Kamis, 17 Maret 2016

Tabu tapi harus tau

Pendidikan seks itu bukanlah hal yang tabu dan harus diajarkan agar anak mengenal organ seksualnya dan menghargai tubuhnya serta tubuh orang lain smile emotikon
.
Notulensi ILK Episode: Tabu Tapi Harus Tahu (Edisi 1 Maret 2016)
.
Inti dari pendidikan seksualitas adalah: anak diajarkan untuk mengenali dengan tepat dan menghargai tubuhnya. Dengan begitu, ia juga akan menghargai tubuh orang lain. Juga diajarkan tentang pendidikan kesehatan reproduksi dan tentang organ-organ seksualnya. Dalam bahasa Intan tadi, “Yang ditutupi oleh pakaian tidak boleh disentuh oleh orang lain ya, nak?”.
.
Di sisi lain, hukuman bagi pelaku kejahatan seksual harus berat apalagi pelaku perundungan seksual terhadap anak. Percabulan, misalnya, terhadap anak di bawah umur 18 tahun bukan delik aduan. Jadi, meski laporan sudah dicabut, polisi bisa tetap melanjutkan perkaranya dan pidananya seperti di dalam Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak adalah: minimal 5 tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 5 Miliar. Penerapan harus tegas agar bisa memberi efek penjeraan buat yang lain karena ini menyangkut masa depan anak yang terampas, terhempas, dan dihabisi.
.
Selain itu, kita juga sepakat: ajarkan pula tentang agama. Dalam Islam, misalnya, Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 30 – 31 berbunyi:
.
“Katakanlah kepada kaum laki-laki yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakan juga kepada kau wanita yang beriman: hendaklah mereka mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya……….”
.
Ini jelas mengajarkan tentang pentingnya menjaga organ seksual, tidak boleh digunakan sembarang.
.
Kuncinya: relasi seksual itu bukan sesuatu yang kotor, tetapi positif dan konstruktif. Tidak boleh dilakukan dengan kekerasan dan paksaan, harus aman, nyaman, dan bertanggung jawab. Dan organ seksual harus dijaga, tidak boleh dipakai sembarangan dan harus melalui perkawinan.
.
Dan buat bapak ibu, ucapan tidak cukup. Keteladan jauh lebih utama.

‪#‎Admin_NoTulen‬

hanya sekedar repost dari facebook