Jumat, 18 Maret 2016

Ada Apa Dengan Reuni? (Edisi 29 Februari 2016)

Notulensi ILK Episode: Ada Apa Dengan Reuni? (Edisi 29 Februari 2016)
.
Kata orang: kalau mau CLBK, ubahlah kata “mantan” menjadi “alumni” agar bisa melakukan reuni.
.
Reuni adalah ajang mengurai dan menguras kenangan-kenangan lama. Kenangan akan segala kebaikan dan keindahan yang terselip di lembar buku memori kita tentang segala hal. Tragedi sekali pun seiring waktu akan menjadi kenangan yang membangkitkan tawa. Bukankah humor adalah “Tragedy Plus Time” kata Mark Twain?
.
Menurut beberapa penelitian di Amerika Serikat, reuni punya sisi positif: ajang bersosialisai guna merekatkan kembali tali persahabatan. Dan seseorang yang banyak dikelilingi oleh teman dan saudara kemungkinan meninggalnya lebih cepat berkurang 50 % dibanding yang tidak memiliki kehidupan sosial. .
Pertemanan dapat membantu memperpanjang umur rata-rata 3,7 tahun lebih lama, karena dukungan emosi pertemanan dapat membantu mengurangi beban masalah yang bisa memicu stress dan depresi berat penyebab kematian. Ini sekaligus pembuktian ilmiah ajaran agama, bahwa: silaturahmi itu memperpanjang usia.
.
Tetapi, juga ada sisi negatifnya. Karena, kerap reuni dijadikan ajang hura-hura, pamer harta, tahta, dan kuasa yang melukai perasaan teman yang kurang berhasil. Atau sebaliknya, menjadi ajang ‘pemalakan’ bagi mereka yang dianggap sukses di angkatannya, termasuk untuk membiayai reuni tersebut.
.
Jadi intinya: salah memaknai, reuni bisa jadi ajang menyakiti dan melukai. Tepat memaknainya, reuni bisa menjadi ajang silaturahmi yang menyenangkan dan menyehatkan hati. (Maman Suherman)
.
‪#‎Admin_NoTulen‬