Notulensi ILK Episode: Ada Apa Dengan Reuni? (Edisi 29 Februari 2016)
.
Kata orang: kalau mau CLBK, ubahlah kata “mantan” menjadi “alumni” agar bisa melakukan reuni.
.
Reuni adalah ajang mengurai dan menguras kenangan-kenangan lama.
Kenangan akan segala kebaikan dan keindahan yang terselip di lembar buku
memori kita tentang segala hal. Tragedi sekali pun seiring waktu akan
menjadi kenangan yang membangkitkan tawa. Bukankah humor adalah “Tragedy
Plus Time” kata Mark Twain?
.
Menurut beberapa penelitian di Amerika Serikat, reuni punya sisi
positif: ajang bersosialisai guna merekatkan kembali tali persahabatan.
Dan seseorang yang banyak dikelilingi oleh teman dan saudara kemungkinan
meninggalnya lebih cepat berkurang 50 % dibanding yang tidak memiliki
kehidupan sosial. .
Pertemanan dapat membantu memperpanjang umur
rata-rata 3,7 tahun lebih lama, karena dukungan emosi pertemanan dapat
membantu mengurangi beban masalah yang bisa memicu stress dan depresi
berat penyebab kematian. Ini sekaligus pembuktian ilmiah ajaran agama,
bahwa: silaturahmi itu memperpanjang usia.
.
Tetapi, juga ada
sisi negatifnya. Karena, kerap reuni dijadikan ajang hura-hura, pamer
harta, tahta, dan kuasa yang melukai perasaan teman yang kurang
berhasil. Atau sebaliknya, menjadi ajang ‘pemalakan’ bagi mereka yang
dianggap sukses di angkatannya, termasuk untuk membiayai reuni tersebut.
.
Jadi intinya: salah memaknai, reuni bisa jadi ajang menyakiti dan
melukai. Tepat memaknainya, reuni bisa menjadi ajang silaturahmi yang
menyenangkan dan menyehatkan hati. (Maman Suherman)
.
#Admin_NoTulen